cici paloh
Sabtu, 30 Juni 2012
Senin, 25 Juni 2012
Islam Dulu dan Sekarang
Pada zaman dahulu...yang namanya agama islam adalah agama yang tinggi, suci, bersih...
orang sanggup mengorbankan seluruh jiwa dan raganya, rela dibunuh, disiksa, hanya untuk memperjuangkan satu kalimat yaitu " Tuhan Itu Hanya Satu yaitu Allah SWT ". Mendengar suara azan semua orang langsung menunaikan ibadah shalat, baik yang masih santai, atau sedang bekerja, orng rela meninggalkan pekerjaannya untuk satu lantunan azan. subhanallah...
orang sanggup mengorbankan seluruh jiwa dan raganya, rela dibunuh, disiksa, hanya untuk memperjuangkan satu kalimat yaitu " Tuhan Itu Hanya Satu yaitu Allah SWT ". Mendengar suara azan semua orang langsung menunaikan ibadah shalat, baik yang masih santai, atau sedang bekerja, orng rela meninggalkan pekerjaannya untuk satu lantunan azan. subhanallah...
sekarang kita lihat pada zaman sekarang.?
islam hanya KTP saja, untuk memperjuangkan shalat 5 waktu kita saja kita tidak mampu, gimana mau memperjuangkan islam? orang masing - masing sibuk dengan kerja dengan urusan pribadinya, sehingga lantunan azan bukanlah hal yang luar biasanya baginya, termasuk saya sendiri...setelah menonton film inspirasi akan perjuangan pada sahabat nabi sedih rasanya. semoga Allah masih memberiku kesempatan untuk berubah dan pada muslim - -muslim di Indonesia.
kata - kata yang sangat membekas dihatiku ketika detik - detik kepergian nabi " jagalah amanah yang telah ku titipkan pada umatku (Al - Quran) karena aku telah memilihkan kamu agama yang indah yaitu islam, walaupun aku sudah tiada tapi islam tetap hidup ". kira - kira seperti itu walaupun tidak sama persis kata - katanya. Sedih rasanya hati dan batin ku, karena selama ini aku kurang menjaga amanah yang telah dititpkan kepada ku sebagai umat muslim.
Harapanku, semoga aku bisa menjadi orang yang bisa memperjuangkan agamaku, menjaga amanah yang telah dititipkan kepadaku..aminnn
(to be continue)...
Selasa, 15 Mei 2012
tanjung lestari beach
“ Tanjung Lestari Beach”
“Tanjung Lestari” merupakan salah satu pantai yang paling populer di Desa tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas ini, tempat yang paling disenangi oleh remaja – remaja yang untuk santai bersama teman - teman. Sekarang ini pantai Tanjung Lestari telah direnovasi oleh penduduk setempat, salah satunya terdapat tugu penyu yang terdampar dihamparan pasir, yang merupakan salah satu satwa unggulan daerah Paloh. Ada juga tugu tokkek, tugu sepatu, lambang tangan dan meriam yang dibuat oleh masyarakat setempat.
Pada saat ini pantai Tanjung lestari akan lebih meningkatkan lagi fasilitas - fasilitasnya, agar bisa dinikmati oleh orang banyak, karena fasilitas – fasilitas lain seperti kursi – kursi, tempat ibadah (mushalla), kamar mandi masih belum ada. Diharapkan untuk kedepannya pantai Tanjung Lestari ini akan bisa menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat luar yang ada di Kabupaten Sambas maupun di Kalimtan Barat. selain itu juga diharapakn pembangunan di pantai ini bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Selain udaranya segar (masih alami), keistimewaan lainnya yaitu banyak terdapat pohon – pohon cemara dan dataran pesisir pantai yang landai yang menambah kealamian pantai Tanjung lestari ini.
aku ingin menjadi mentari
sesejuk embun dipagi hari...
membasahi seluruh hatiku...
terkenang akan semua yang terjadi.
tetes embun yang begitu murni...
dengan cepatnya hilang, bila datangnya sang mentari....
aku! bukan ingin menjadi sang embun,
tapi ingin menjadi sang mentari...
yang bisa menghilangkan....dinginnya embun...
bisa menepis segalanya dengan,,,
sinarnya..........
KETIKA aku ingin hidup KAYA
Aku lupa bahwa HIDUP adalah KEKAYAAN
KETIKA aku takut MEMBERI,
Aku lupa nahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN,
KETIKA aku ingin jadi yang TERKUAT,
Aku lupa bahwa ada KELEMAHAN, ALLAH memberi aku KEKUATAN,
KETIKA aku tajut RUGI,
aku lupa bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN,
HIDUP ini sangatlah INDAH jika MENSYUKURI apa yang sudah ada
Adakalanya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIk
Yang SEMPURNA tidak menjanjikan KEBAHAGIAAN,
Tetapi keetika kita mampu dan mau MENERIMA semua KEKURANGAN dan
KELEBIHAN,
Itulah KEBAHAGIAAN...
Edisi 23 Februari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)